Tidak salah kiranya jika para nenek moyang OI alias Orang Indonesia menggunakan filsafat Bhineka Tunggal Eka sebagai slogan persatuan dan kesatuan serta keutuhan bangsa. Terbukti setelah sekian lama Indonesia berjuang akhirnya merdeka juga, berkat perjuangan para mujahid yang telah rela mengorbankan jiwa dan raganya sampai titik darah penghabisan.
Kami yakin semua itu dilakukan tidak dengan percuma, melainkan dengan satu kesamaan sikap dan cita-cita untuk mewujudkan Indonesia merdeka, dengan mengesampingkan segala perbedaan yang melekat dipundak masing-masing Orang Indonesia. Semua yang ada di dunia ini adalah serba berbeda, dan karena perbedaan itulah dunia ini ada. Kita ada juga karena adanya perbedaan, perbedaan bertemunya sel sperma dan sel telur(ovum) yang kemudian dengan kuasa Allah SWT diproses didalam rahim Ibu. Satu gelas teh bisa dinikmati juga karena adanya tiga unsur senyawa yang berbeda air, gula dan teh.
Mudah-mudahan kita sebagai pengemban amanat khatamannabiyyin Muhammad SAW, bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari kejadian dan keanekaragaman yang ada di alam ini. Jangan jadikan perbedaan sebagai jurang pemisah ukuwwah, perbedaan ada karena memang sudah diciptakan. Jangan timbulkan isu permusuhan diantara sesama muslim.
Mari kita duduk bersama dan bercermin, lihatlah !, kita adalah saudara seiman, kita sama-sama muslim, sama-sama makhluk Allah SWT, sama-sama ummat Muhammad SAW dan sama-sama masuk surga....! Amiin..!.
Didunia ini tidak ada kebenaran yang absolut, yang ada adalah keyakinan yang absolut, hingga melahirkan oknum-oknum ummat islam yang berani menghina sesama muslim, meng-kafir-kan ummat islam lain, men-cap sebagai PKI Putih atau Dajjal Ucul, menghujat dan mengotori pakaiannya dengan darah.
Bukankah huruf itu bisa dibaca dan mengandung makna karena berbeda ?!, A sampai Z semua berbeda tidak ada yang sama, apa jadinya jika semua huruf berbentuk A atau B ?!. susah untuk merangkai sebuah kata atau kalimat. Allah SWT yang telah menjadikan semua perbedaan itu, perbedaan yang bermakna dalam menjalin ukuwwah islamiyah.
Oleh : Cakyoud
PKI Putih atau Dajjal Ucul
Label: urun rembugBelaian Kasih Sang Sutradara
Label: urun rembug
Beberapa tahun yang lalu sebelum badai krisis moneter melanda negeri ini, kami sempat membeli sebuah rumah di bilangan Candiloka Sidoarjo(hehehe..., kaya' Jakarta aja ada bilangannya). Kami sempat mendiami rumah tersebut selama tiga tahun, meski dua tahun sebelumnya sempat kosong karena jarak antara tempat kerja dengan lokasi hunian yang lumayan jauh.
Tahun-tahun pertama berada di Sidoarjo sangat menyenangkan, sebuah kota kecil dengan ruang tata kota yang bersih dan rapi. Kami sangat menikmati suasana kotanya yang damai, ndak seberapa crowdid kayak Surabaya.
Sesekali kami dikunjungi oleh Orang Tua kami dan family, menyenangkan, penuh dengan pesona alam pedesaan dengan kehangatan kasih sayang dari sanak saudara. Meski demikian kami belum memutuskan untuk mengurus dan membuat ID Card dengan domisili Sidoarjo, karena saat itu perasaan kami memang belum pas aja.
Bersamaan dengan itu rizqy yang kami dapat juga meningkat pesat, Allah SWT telah memberikan income lebih menurut ukuran kami. Karena saat itu juga saya bisa beli dua buah mobil, satu Honda Phantom dan 12 sepeda motor yang kami peruntukkan buat kawan-kawan yang membutuhkannya. Dan ada satu lagi keinginan kami yang belum terwujud, mendirikan sebuah pondok pesantren, meski kedengarannya muluk tapi memang itulah yang terlintas di benak kami saat itu.
Duuh...Gusti...Pengeraning Jagad...!, belum lama berselang dan belum sempat terwujud semua keinginan itu. Kami dihadapkan pada sebuah pilihan yang mengharuskan kami untuk melepas asset rumah kami satu-satunya di Sidoarjo ini. Mau atau tidak, suka atau tidak, kami harus melepasnya, tentu dengan harga yang masih lumayan tinggi saat itu.
Meski dengan perasaan dongkol akhirnya kami kembali ke surabaya, dengan membawa segudang cita-cita dan keinginan yang belum terwujud. Namun siapa sangka selang beberapa tahun setelah kami di Surabaya, terdengar kabar gonjang-ganjing bencana lumpur Lapindo Brantas di Sidoarjo, dan itu terjadi kira-kira 5 km dari rumah kami yang sudah terjual.
Kamipun sempat mendatangi tetangga kami sidoarjo setelahnya, sekalian menanyakan perkembangan lumpur. Benar juga saat kami bertandang ke sana banyak kawan-kawan dan tetangga yang sedih dan mengeluh, karena sekarang rumah mereka sudah tidak diminati orang meski dengan harga yang relatif murah.
Duuh...Gusti Pengeraning Jagad...!, Allah SWT yang maha mengetahui segala urusan manusia, kami bersimpuh dihadapanmu....!. Mohonkan ampun atas segala kekilafan dan dan kesalahan kami, ampuni segala dosa-dosa kami..!, Engkaulah sang Sutradara kehidupan...!, belaian kasih sayangmu baru kami rasakan saat ini. Sungguh tindakan dan rencanamu diluar kuasa manusia. Lahaula wala kuwwata illa billah..!
Oleh : Cakyoud
Gundah Hati Mencarimu yaa.....Rabb...!
Label: urun rembugDisaat Ruh dan jiwa sedang berpetualang mencari setetes tegukan kalam yang damai, pengembaraan dimulai, relung-relung hati terbang ke tanah rantau hanya untuk menemukan jawaban yang diinginkan.
Berjuta pertanyaan yang terselip selama ini satu persatu mulai terkuak, ketidak-puasan qalbu mendorong raga terus menapaki perjalanan setapak demi setapak meski tidak terasa sudah ribuan mil dilalui dan kaki terasa melepuh karenanya.
Semakin jauh kaki melangkah semakin kosong dan hampa jiwa terasa, pemahaman dan pengalaman rohani dan ragawi belum mampu menyejukkan dan menemukan kedamaian hati, hanya untuk bersanding di sisi keharibaanmu yaa... Rabbul izzati.
Aku yang sendiri dan tidak sendiri mencari dan mencari, karena kebingungan atas jawaban yang belum menyentuh sang ruh dan jiwa ini. Ksatria Nan gagah si "Penakluk Dunia" tak mampu memuaskan karena perananannya yang islami tapi tidak islami, sang "Maestro Tradisi Cultural" juga ogah-ogahan dan apatis dengan sumber-sumber keislaman yang sejati, sedangkan "Pakar Konseptor Edukasi" yang sudah menguasai separuh jagad ini juga belum sepenuhnya bisa menghancurkan dinding-dinding coral yang menjadi penghalang bagi terbukanya hijab atas dirimu yaa...Rabbul Jalil.
Aku yang sendiri dan tidak sendiri semakin lelah dan semakin jauh, bingung semakin bingung, Sang penghuni Arsy tidak kunjung mendekap di relung hati. Engkau diantara ada dan tiada, antara ya dan tidak, antara A dan Z, antara 0 dan tak terhingga. tidak dan belum ada jawaban.
Lelah akhirnya aku dibuatnya, pasrah dan gelisah namun jiwa sudah payah. Lama juga sudah aku menjauh dari..Mu ya..Rabb, titahmu terabaikan. Ruh dan jiwa ini tak kunjung tersejukkan atas keberadaanmu di jagad raya ini.
Aku yang benar-benar sudah merasa sendiri akhirnya juga tidak sendiri, saat-saat jiwa ini haus belaian dan usapan atas firman-Mu. Engkau muncul dihadapanku, "Sesepuh Tanah Seberang" yang sudah pakar di "Alam Kontra Islami" menuangkan kajian ilmiahnya tentang semua hal yang menjadi pengembaraan atas ruh dan jiwaku yang sudah bertahun-tahun kosong tanpa isi.
Engkau memberi kesejukan dan kedamaian hati dari hal yang bukan menjadi sumber pencarianku, aku yang sendiri dan tidak sendiri kini benar-benar telah tidak sendiri, karena Engkau sang penguasa jagad, Robbul 'Alamiin telah memberikan setetes embun kesejukan dan kedamaian dalam qalbu ini. Dan engkau benar-benar telah hadir di haribaan-ku. Aku yang telah menemukan kedamaian hati dalam Islam.
Oleh : Cakyoud
Lesehane Cak Jo
Label: urun rembugKebetulan saat itu ada tamu istimewa dari Kediri panggilannya Gus...., dia terkenal hebat kata orang-orang yang sudah mengenalnya, bisa mengobati orang sakit medis maupun non medis, jadi pawang hujan dll. Dan salah satu kawan kami ada yang kenal dekat dengan si Gus...!
Kemudian kami penasaran dan ingin mencari tahu perihal kehebatannya, belum sempat bertanya tiba-tiba kawan kami tadi menceritakan bahwa baru saja si Gus...selesai melakukan pawang hujan di Wonorejo untuk hajatan nikah tanggal sekian-sekian, kami menyimaknya dengan seksama apa yang diceritakan oleh kawan kami tadi.
Si Gus... bilang bahwa kalau dia melakukan pawang hujan untuk satu atau dua hari maka yang terjadi biasanya bisa sampai satu minggu lebih nggak bakalan turun hujan. Kami mendengar cerita si Gus...tersebut langsung terhenyak dan istigfar....! Lalu kami berbisik pada kawan-kawan "Subhanallah yang maha menentukan hanyalah Allah SWT, dan yang berhak sombong hanyalah Allah SWT..!", dan kami mengajak kawan-kawan untuk berdoa bersama saat itu juga, agar hari yang sudah ditentukan oleh si pawang terjadi hujan...!
Alhamdulillah selang beberapa hari setelah itu surabaya diguyur hujan tiga hari berturut-turut disertai angin kencang sehingga banyak pohon tumbang, dan kami ingat bahwa saat itu adalah hari H yang punya hajatan nikah. Kami tidak tahu, ini kebetulan atau memang Allah SWT telah mengabulkan do'a kami.
Allah SWT telah menunjukkan pada kami bahwa tiada daya dan upaya dan tiada kekuatan melainkan hanya milik Allah SWT...!
Oleh : Cakyoud
Curahan Hati sang Ihwan
Label: urun rembug
Begitu banyaknya kelompok-kelompok dalam islam bisa membuat bingung bagi sebagian ummat yang masih belum mengerti betul bagaimana memahami dan memaknai islam. Sehingga disaat mereka mencoba menerobos pagar pembatas yang selama ini menjadi hijab bagi terkuaknya tabir ilmu-ilmu islam yang lebih general dan flexible, mereka terkesima dan kagum dengan kasanah islam yang sebenarnya dan yang selama ini belum tersentuh di kalbu karena adanya kepentingan dari masing-masing kelompoknya.
Hal ini disebabkan kemungkinan kelompok-kelompok tersebut cenderung hanya menggunakan ayat-ayat yang mendukung dan seirama dengan visi dan misi-nya, bisa dibilang pemahaman islam yang tidak lagi kaaffah melainkan sepotong demi sepotong.
Bagi ihwan yang pernah ikut andil didalam dan sekarang tidak lagi, atau bagi yang masih aktiv dan ingin mencurahkan uneg-uneg dan kegalauannya selama ini, semoga tempat ini bisa menjadi curahan hati dan kajian bersama guna mencari solusi dan saling memberi informasi tentang islam sebagai rahmatan lil'alamiin.....
Oleh : Cakyoud